Minggu, 08 Juni 2025

Bagaimana Pandangan Pak Tua yang Membaca Kisah Cinta terhadap Berita yang sedang Beredar di Negara Abacadabra ini?

  

Dengan maraknya obrolan tentang kemungkinan dibukanya lahan tambang di satu-satunya hutan paling luas di Indonesia, membuatku teringat satu judul novel yang sangat menarik: Pak Tua yang Membaca Kisah Cinta. Jangan bayangkan tokoh utamanya adalah seorang laki-laki romantis yang soft spoken dan act of service, kalo kata gen Z ketika ada obrolan yang berkaitan dengan kata “cinta”. Si Kakek, tokoh utama novel ini, punya caranya sendiri untuk terlihat menggemaskan di mata para pembaca.

 

Membaca buku ini, serasa sedang mendengarkan omelan dan dumelan Kakek atas perilaku manusia yang gegabah dan merasa paling tahu tentang alam. Rasa-rasanya, ingin kubuatkan secangkir teh dan sepiring mendoan hanya agar ia berhenti kesal dan sibuk mengunyah. Setelah kekesalannya pudar, aku akan mengajaknya bercerita kembali dengan pikiran tenang dan hati lapang.

 

Siapakah yang seharusnya disalahkan atas penyerangan harimau pada masyarakat pinggir hutan? Harimau yang pendendam atas kematian pasangannya atau ketamakan manusia yang menjarah wilayah tempat tinggal harimau berikut hewan-hewan di dalamnya? Atau misalnya dalam kasus negara Abracadabra ini, siapakah yang patut disalahkan ketika nantinya semua bumi dikeruk jadi tambang nikel dan masyarakatnya megap-megap kehabisan udara bersih sehingga muncullah berbagai pertengkaran besar di bumi ini? Ah, lupakan, karena aku berniat berhenti membuat Kakek ngedumel dan kesal.

Continue reading Bagaimana Pandangan Pak Tua yang Membaca Kisah Cinta terhadap Berita yang sedang Beredar di Negara Abacadabra ini?